02.14.09
Bisakah Kita Kaya Dunia dan Akhirat?
Dalam sinetron para pencari tuhan seasons 2, ketika selasai acara nuzulul quran di mushalla, bang jack (Dedy Mizwar) sebagai pemimpin acara, langsung melenggangkan waktu bagi para hadirin untuk berdialoq seputar agama. Bang Jack langsung mempersilahkan kepada audien untuk bertanya ,” aye akan jawab sebisa aye”. terang bang Jack.
Tak lama kemudian, si Asril dengan tegap berdiri dengan wajah mengesankan dan mata berkaca-kaca, ia acungkan tangannya, dengan lantang sembari menangis ia bertanya, “ bang Jack.. , mengapa tuhan tiada bosan-bosannnya memberikan cobaan aye, hidup dalam kekurangan dan kemiskinan. Sedangkan pak Jalal, dia selalu enak, hidup kaya dan nikmat. Apakah tuhan itu adil ?!”.
Mendengar pertanyaan si Asril, bang Jack sempat tersentak dan tak percaya bahwa dia bisa menjawab peranyaan Asril. Untunglah, salah satu anak buah kesayangannya, memberikan motivasi dan kepercayaan. Akhirnya, bang Jack berdiri, dengan mantap ia menjawab, “Allah itu adil. Tidak ada hamba Allah yang tidak diberi cobaan. Bagi kamu Asril, hidup dalam kemiskinan dan kekurangan adalah ccbaan bagi kamu. Apakah kamu bisa sabar dan tabah menghadapi semua ini. Nah, bagi pak Jalal yang hidup dalam kekayaan dan kemewahan itu merupakan suatu cobaan. Apakah dia mampu menggunakan hartanya sesuai dengan apa yang diridhoi oleh Allah”.
Melihat sekilas adegan film tadi, dari jawaban bang Jack kepada Asril, kita dapat mengambil pelajaran dan tak terasa kesadaran kita kembali muncul, bahwa hakikat dunia bukanlah suatu kenikmatan semata. Akan tetapi, suatu cobaan yang akan dipertanggung jawabkan nanti di akhirat. Pikiran praktis kita, cobaan seakan-akan identik dengan kesusahan dan kekurangan, tanpa disadari bahwa cobaan yang paling berat adalah kelebihan dalam diri kita, baik berupa kekayaan, ketampanan dan yang lainnya. Realitanya, banyak individu yang terlena dengan kelebihan yang dimilikinya, membuatnya bertambah jauh kepada Allah. Dan pada akhirnya, ia mendapatkan murkah Allah. Allah SWT berfirman dalam alqur’an:
ألهكم التكاثر
1. Bermegah-megahan telah melalaikan kamu[1598],
[1598] Maksudnya: Bermegah-megahan dalam soal banyak harta, anak, pengikut, kemuliaan, dan seumpamanya telah melalaikan kamu dari ketaatan.
Kompetisi kekayaan kental mewarnai gaya hidup zaman sekarang, di mana nilai-nilai agama sudah terabaikan. Tak jarang dengan kebengisan untuk jadi kaya, segala macam cara dilakukan, tak peduli halal atau haram. Penipuan dan kejujuran sama saja, seakan tak ada beda dan benang pemisah di antara keduanya. Islam tidak melarang seseorang untuk kaya. Yang dilarang dalam Islam adalah kaya yang tak mau bersyukur, lupa beribadah kepada Allah dan tidak peduli kepada sesama.
Dalam pekerjaan sehari-hari dan padatnya jadwal kerja, seakan-seakan memberikan peluang yang minim untuk beribadah. Sering kali seseorang kedodoran melakukan shalat lima waktu hanya karena sibuk mengurusi pekerjaannya yang tak kunjung rampung. Dan, fenomena ini tak hanya terjadi pada satu orang dan mengerucut pada satu profesi saja. Akan tetapi, berbagai level profesi dan beragam manusia, baik karyawan, pedagang, bisnismen dan yang lainnya, akrab dengan fenomena tersebut. Inilah golongan yang dimaksud sebagai golongan yang merugi di Dunia dan Akhirat.
ياايها الذين ءامنوا لا تلهكم أموالكم ولاأولادكم عن ذكر الله, ومن يفعل ذالك فأولئك هم الخاسررون
9. Hai orang-orang beriman, janganlah hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa yang berbuat demikian Maka mereka Itulah orang-orang yang merugi.
Berbagai kesibukan yang melanda kita di dalam mengurusi mashlalah duniawi dan mencari nafkah demi kepentingan kita nanti di Akhirat, janganlah membuat kita lupa kepada Allah dan kewajiban kita kepadanya. Kita harus tetap eksis beribadah kepadanya, jika pekerjaan beres, sholatpun juga harus beres. Buat apa bila kita hanya jaya di Dunia, dan nanti di Akhirat kita celaka. Solusinya ada pada diri kita. Bila kehidupan sehari-hari selalu akrap dengan kesibukan, bagaimana caranya kita menej waktu mensiasatinya agar kita dapat melaksanakan salat di tengah-tengah kesibukan. Yang pasti, bila ada kemauan di situ pasti ada jalan. (asr)
Termasuk keindahan islam seseorang adalah meninggalkan yang tidak berguna.