<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Imam Mahmudi Weblog</title>
	<atom:link href="http://mahmudiimam.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://mahmudiimam.wordpress.com</link>
	<description>buku harian online ku...</description>
	<lastBuildDate>Mon, 21 Mar 2011 08:16:16 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='mahmudiimam.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Imam Mahmudi Weblog</title>
		<link>http://mahmudiimam.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://mahmudiimam.wordpress.com/osd.xml" title="Imam Mahmudi Weblog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://mahmudiimam.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>MEMAHAMI PERBEDAAN DENGAN &#8216;ARIF DAN BIJAKSANA</title>
		<link>http://mahmudiimam.wordpress.com/2010/05/22/memahami-perbedaan-dengan-arif-dan-bijaksana/</link>
		<comments>http://mahmudiimam.wordpress.com/2010/05/22/memahami-perbedaan-dengan-arif-dan-bijaksana/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 22 May 2010 04:03:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mahmudiimam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islami]]></category>
		<category><![CDATA[Ta'lim]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mahmudiimam.wordpress.com/?p=123</guid>
		<description><![CDATA[Alkisah, Imam Syafi’i salah atau Imam Madzahibul Arba’ yang terkenal cerdas dan paling banyak pengikutnya, bisa dibilang diatara hujjah-hujjahnya terkadang tidak sama dengan para muridnya dan juga dengan gurunya. Imam Hanafi, salah satu murid beliau yang paling cerdas, terkadang dalam berhujjah tidak sama dengan gurunya. Begitu juga dengan Imam Abu Hanifah, meskipun Imam Syafi’i tidak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mahmudiimam.wordpress.com&amp;blog=3673458&amp;post=123&amp;subd=mahmudiimam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Alkisah, Imam Syafi’i salah atau Imam Madzahibul Arba’ yang terkenal cerdas dan paling banyak pengikutnya, bisa dibilang diatara hujjah-hujjahnya terkadang tidak sama dengan para muridnya dan juga dengan gurunya. Imam Hanafi, salah satu murid beliau yang paling cerdas, terkadang dalam berhujjah tidak sama dengan gurunya. Begitu juga dengan Imam Abu Hanifah, meskipun Imam Syafi’i tidak sezaman dengan beliau, Imam Abu Hanafi bagi Imam Syafi’i telah dianggap sebagai guru rohani beliau yang paling dihormati dan disegani. Hal ini terbukti dikala ada satu perbedaan mengenai kaifiyatu atau cara berdo’a. Imam Abu Hanafi dalam berdo’a, beliau tidak menyuruh para pengikutnya untuk menengadahkan atau mengangkat ke dua tangan. Sedangkan Imam Syafi’i, beliau selalu menganjurkan kepada para pengikutnya untuk mengangkat ke dua tangan. Nah, pada satu ketika di mana Imam Syafi’i saat itu berziarah ke makam Imam Abu Hanifah, sesampainya di sana, beliau ketika berdo’a tidak mengangkat ke dua tangannya. Sepintas hal ini terlihat aneh, Imam Syafi’i yang mengajarkan kepada para pengikutnya supaya mengangkat tangan ketikan berdo’a, beliau sendiri ternyata ketika berdo’a di depan makam Imam Abu Hanafi tidak mengangkat ke dua tangan. Mengapa Imam Syafi’i melakukan demikian? Hal ini tidak lain, tindakan beliau itu dalam rangka menghormati hujjah atau ajaran gurunya Imam Hanifah yang mengajarkan bahwa ketika berdo’a tidak usah mengangkat ke dua tangan.</p>
<p>Kisah serupa juga pernah diungkap, bahwa suatu hari KH. Hasyim As’ari hendak silaturrahmi kepada KH. Sholeh Mas Kumambang-Gresik. Mendengar berita bahwa pendidri NU ini akan datang, maka seminggu sebelum kedatangan KH. Hasyim As’ari, beliau Kyai Sholeh menginstruksikan kepada semua warga sekitar agar tidak menabuh kentongan atau jedor baik yang ada di mushollah ataupun yang ada di masjid. Hal ini dilakukan tidak lain, karena beliau sangat menghormati KH. Hasyim As’ari yang salah satu hujjahnya, beliau tidak menganjurkan menabuh kentongan atau jedor di masjid atau di mushollah ketika hendak sholat. Sedangkan KH. Sholeh Mas Kumambang sendiri termasuk salah satu ulama’ yang menganjurkan para pengikutnya untuk menabuh jedor atau kentongan ketika hendak sholat.<br />
<span id="more-123"></span><br />
Subhanallah….! Inilah yang dikatakan memahami perbedaan dengan sikap ‘arif dan bijaksana. Dan juga termasuk cerminan bagi generasi ulama’ berikutnya untuk tidak saling gontok-gontokan, saling ngotot hanya karena berbeda pendapat dalam urusan agama. Asalkan bukan masalah syariat dan ‘aqidah, mengapa kita harus saling menonjolkan sikap egoisme, bahkan lebih-lebih kyai sana dengan kyai situ, ustadz sana dengan ustadz situ saling bermusuhan hanya karena beda pemahaman saja. Jika kita bandingkan, lebih hebat mana anda yang bergelar seorang kyai ataupun tokoh masyarakat dengan Imam Syafi’i, Imam Abu Hanifah, KH. Hasyim As’ari dan KH. Sholeh? Hanya karena masalah sepeleh saja, anda sudah melahirkan image ketidakharmonisan dalam menjalankan perintah Allah dan rosulnya. Mereka yang sangat ‘alim dan ‘arif seperti itu tidak pernah ribut apalagi tawur dalam masalah-masalah agama yang sebenarnya tidak pantas untuk diperdebatkan, mereka justru saling menghormati dan selalu bersikap ‘arif dan bijaksana menanggapi perbedaan tersebut.</p>
<p>Diakaui atau tidak, image ketidakharmonisan seperti di atas kerap kita jumpai di kalangan tokoh masyarakat kita. Meskipun tidak mayoritas, setidaknya pandangan kurang sedap tersebut akan mendapat penilaian yang sangat sensitif dari masyarakat atau orang-orang awam yang ada di bawahnya. Maka jangan heran, jika ada ungkapan-ungkapan kata seperti; “kyai kok malah ribot lan carok karepe dewe”, “kyaine ae wes ribot,opomane pengikute?” Ya, kata-kata inilah yang sering kita dengar dari obrolan dan cangkruan masyarakat. Jika kondisi seperti ini terus terjadi, bukan tidak mungkin masyarakat justru menjahui para pemuka agama dalam kehidupan mereka. Jika sudah demikian, pantaskah jika kita menyalahkan sikap mereka yang memilih ‘anti kyai’ atau lain sebagainya.</p>
<p>Tulisan ini dibuat bukan berarti ingin menggurui mereka para tokoh masyarakat yang sedang menjalankan misi dakwahnya. Tanpa mengurangi rasa ta’dim dan hormat, penulis hanya menggambarkan satu kondisi hidup yang dinilai kurang pantas untuk dilakukan apalagi di budidayakan. Lewat tulisan sederhana ini, setidaknya ada muatan atau kandungan nilai yang mungkin bisa kita ambil, atau setidaknya kita segera instropeksi diri dan berbenah diri dari ‘kebiasaan’ yang kurang pantas dilakukan bagi seorang pemuka agama (khususnya).</p>
<p>Sebagaimana kita tahu, bahwa perbedaan (khususnya dalam ideologi) merupakan hal yang sangat wajar dan sah-sah saja. Justru di sinilah letak kekuasaan Allah SWT. Meskipun Allah membekali kita dengan akal dan pikiran, toh, dalam menghadapi persoalan hidup, kita pun memiliki cara yang berbeda dalam mengatasinya. Yang ada justru dengan perbedaan ideologi inilah kita bisa saling melengkapi satu sama lain, dan bisa tukar pendapat. Dari sinilah, kita seharusnya juga saling bahu-membahu dan menciptakan suasana kondusif, serta yang terpenting dari itu semua adalah, kita bisa sadar bahwa sehebat dan sepintar apapun kita dalam mengarungi roda kehidupan, kita tetap masih membutuhkan bantuan orang lain, baik bantuan berupa fisik, ataupun bantuan pemikiran. Hal ini tidak lain, karena kita pada dasarnya adalah mahluk yang lemah dan tak kuasa.</p>
<p>Dengan terciptanya suatu pemikiran atau pemahaman yang berbeda-beda antara ulama’ A dan ulama’ B, kyai A dengan kyai B, seharusnya harus saling menghargai dan bisa menerima perbedaan tersebut. Bukan malah memperkeruh satu permasalahan yang terjadi karena bedanya pemahaman. Lihat kembali bagaimana sejarah Imam Syafi’i, Imam Abu Hanafi, KH. Hasyim As’ari, dan KH. Sholeh, serta ulama yang lain dalam merespon dan menyikapi permasalahan beda pendapat tersebut. Tidak pernah terdengar di antara mereka saling mengunggulkan pendapatnya masing-masing, apalagi menyikapi perbedaan tersebut dengan letupan emosi dan bersikap apriori.</p>
<p>Ulama’ adalah jembatan di tengah-tengah permasalahan yang sedang bergulat di masyarakat, sekaligus ‘tongkat’ bagi umat dalam menjalani kehidupan. Jika diatara mereka saja sudah tidak lagi terjadi keharmonisan, saling mengunggulkan diri, tidak mau menerima pendapat ulama’ lain, serta saling mendahulukan ego masing-masing, apakah dengan kondisi seperti ini estafet kepemimpinan rosul bisa terus berjalan? Serta bagaimana reaksi masyarakat yang ia bina ketika melihat para tokoh idamannya sudah tidak lagi mencerminkan kesahajaan, dan tidak lagi menampakkan keharmonisan diantara sesamanya?</p>
<p>Sekali lagi penulis sampaikan, bahwa dengan segala bentuk perbedaan (terutama masalah pemikiran), ulama’ ataupun tokoh masyarakat harus tetap menjaga ukhuwah islamiyah, tetap menjaga image baik di depan masyarakat, dan menerima perbedaan tersebut dengan sikap terbuka serta menyikapinya dengan ‘arif dan bijaksana. Jika hal ini bisa tercipta, maka perbedaan tetap menjadi satu hal yang indah, dan semakin memberikan kesan, bahwa perbedaan tersebut adalah salah satu seni kehidupan, hasil kreasi pemikiran manusia, serta karya seseorang yang harus diabadikan. [Fajar @l-sundawy]</p>
<br />Filed under: <a href='http://mahmudiimam.wordpress.com/category/islami/'>Islami</a>, <a href='http://mahmudiimam.wordpress.com/category/talim/'>Ta'lim</a>, <a href='http://mahmudiimam.wordpress.com/category/uncategorized/'>Uncategorized</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mahmudiimam.wordpress.com/123/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mahmudiimam.wordpress.com/123/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mahmudiimam.wordpress.com/123/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mahmudiimam.wordpress.com/123/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mahmudiimam.wordpress.com/123/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mahmudiimam.wordpress.com/123/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mahmudiimam.wordpress.com/123/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mahmudiimam.wordpress.com/123/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mahmudiimam.wordpress.com/123/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mahmudiimam.wordpress.com/123/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mahmudiimam.wordpress.com/123/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mahmudiimam.wordpress.com/123/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mahmudiimam.wordpress.com/123/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mahmudiimam.wordpress.com/123/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mahmudiimam.wordpress.com&amp;blog=3673458&amp;post=123&amp;subd=mahmudiimam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mahmudiimam.wordpress.com/2010/05/22/memahami-perbedaan-dengan-arif-dan-bijaksana/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3585812d54c09e621c4f1dbbb5d15bbf?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mahmudiimam</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bisnis IT di Indonesia Tidak Akan Pernah Berkembang?</title>
		<link>http://mahmudiimam.wordpress.com/2010/03/19/bisnis-it-di-indonesia-tidak-akan-pernah-berkembang/</link>
		<comments>http://mahmudiimam.wordpress.com/2010/03/19/bisnis-it-di-indonesia-tidak-akan-pernah-berkembang/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 19 Mar 2010 04:43:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mahmudiimam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Enterpreneur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mahmudiimam.wordpress.com/2010/03/19/bisnis-it-di-indonesia-tidak-akan-pernah-berkembang/</guid>
		<description><![CDATA[Bisnis IT (information technology) di Indonesia sering dianggap jalan di tempat bahkan diramalkan akan mati karena dilindas para pemain manca-negara yang berekspansi ke negeri ini. Apakah memang benar sedang dan bisa terjadi seperti itu? Bagi saya yang berkarier dan berbisnis di bidang tersebut hal tersebut terlalu mengada-ada. Memang benar bahwa di bidang IT banyak perusahaan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mahmudiimam.wordpress.com&amp;blog=3673458&amp;post=122&amp;subd=mahmudiimam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bisnis IT (information technology) di Indonesia sering dianggap jalan di tempat bahkan diramalkan akan mati karena dilindas para pemain manca-negara yang berekspansi ke negeri ini.</p>
<p>Apakah memang benar sedang dan bisa terjadi seperti itu?</p>
<p>Bagi saya yang berkarier dan berbisnis di bidang tersebut hal tersebut terlalu mengada-ada. Memang benar bahwa di bidang IT banyak perusahaan yang bubar maupun jalan di tempat. Tetapi sebenarnya banyak juga perusahaan yang bisa tetap bertahan bahkan berkembang di bidang ini.</p>
<p>Sebenarnya apa yang menyebabkan sebagian pebisnis IT jalan di tempat bahkan mati usahanya tetapi sebagian lainnya bisa tetap bertahan bahkan mengembangkan dirinya?</p>
<p>Secara mendasar, bisnis IT memiliki karakteristik yang sama dengan bidang usaha lainnya. Standar perencanaan, strategi dan manajemen bisnis di bidang IT menggunakan kaidah yang digunakan oleh prinsip bisnis secara umum.</p>
<p>Perbedaan karakteristik lebih disebabkan masih mudanya usia disiplin IT itu sendiri dibandingkan dengan disiplin lainnya.</p>
<p>Perdagangan eceran sudah berkembang selama ribuan tahun. Jika pun ingin membandingkan dengan bisnis teknologi dan rekayasa, industri rekayasa seperti logam sudah berkembang sejak berabad lampau.</p>
<p>Sedangkan IT sendiri baru mulai berkembang bisnisnya di era tahun 50-an. Belum ada seabad usia pengembangannya.</p>
<p>Selain itu percepatan metodologi dan konsep yang diterapkan dalam bisnis inipun membuat kompetisi sedemikian cepat dan mampu menggerus para pelaku yang lamban dalam mengembangkan temuan dan kreasi baru yang bermanfaat secara luas di masyarakat.</p>
<p>Kesadaran mengenai hal tersebut kebanyakan kurang dipahami maupun diantisipasi oleh para pelaku bisnis IT. Tetapi kondisi tersebut sebenarnya tidak hanya terjadi di lingkungan usaha negeri ini saja, di negara-negara yang bisa disebut sebagai pelopor bisnis IT pun mengalami hal yang relatif sama.</p>
<p>Namun di negara-negara tersebut bermunculan raksasa-raksasa bisnis IT yang secara langsung maupun tidak mengangkat posisi negaranya, baik secara ekonomi, sosial maupun politik.</p>
<p>Sehingga terlihat bahwa peran pemerintah memiliki posisi strategis dalam mengembangkan bisnis IT lokal negerinya.</p>
<p>Sayangnya posisi strategis pemerintah di negeri ini masih belum memberikan kontribusi yang cukup terasa dalam mengembangkan bisnis IT lokal.</p>
<p>Padahal sejak tahun 1992, Departemen Dalam Negeri sudah mengembangkan KPDE (Kantor Pengolahan Data Elektronik) yang harus dimiliki oleh setiap Pemda di Indonesia.</p>
<p>Sayangnya, KPDE hingga saat ini lebih berperan sebagai pemusatan proyek-proyek IT dibandingkan dengan kepentingan sebagai stimulus pengembangan pemanfaatan IT, apalagi hingga mendorong bisnis IT di daerah.</p>
<p>Bandingkan dengan India yang akselerasi pengembangan bisnis IT-nya didukung oleh pemerintahnya. Bahkan hingga ke rumah-rumah di pedesaan pun diisi oleh anak-anak yang menjadi tenaga outsourcing proyek-proyek IT!</p>
<p>Atau Vietnam yang sejak tahun 2000 sudah mencanangkan program pengiriman tenaga kerja domestik ke luar negeri sebanyak 10 ribu orang per tahun di bidang IT! Padahal hingga sekarang pemerintah negeri ini masih kelabakan mengurus pengiriman tenaga buruh ke luar negeri.</p>
<p>Berkembangnya open source software merupakan kesempatan emas bagi para pelaku bisnis IT negeri ini bahkan bagi pemerintah sendiri dalam meningkatkan akselerasi bisnis di bidang IT.</p>
<p>Sudah banyak contoh yang diberikan oleh negara-negara maju dan berkembang lainnya bahwa open source software memberikan rangsangan yang efektif dalam mendorong berkembangnya bisnis IT di negara mereka.</p>
<p>Jerman, China dan India adalah contoh sukses penerapan open source software sehingga mampu memberikan kontribusi secara ekonomi, sosial dan politik baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.</p>
<p>Di sisi lain, para pelaku bisnis pun janganlah cengeng dan terus-menerus menyalahkan pemerintahan kita yang tidak terlalu peduli dan mendukung aktivitas bisnis IT.</p>
<p>Menjadi reseller produk barang dan jasa dari vendor luar negeri memang bisa menjadi titik awal dalam mengembangkan bisnis IT.</p>
<p>Lakukan proses ATM (amati, tiru dan modifikasi) secara cerdas. Jangan malu melakukannya karena Jepang pun pernah melakukan hal yang sama pada saat memulai bisnis teknologinya hingga mampu merajai pasaran dan memimpin inovasinya.</p>
<p>Buatlah sistem prosedur produksi dan pelayanan yang baik dan terukur supaya dapat dievaluasi secara berkelanjutan sehingga memberikan dampak meningkatnya kepercayaan masyarakat kepada bisnis IT Anda.</p>
<p>Berpikirlah jauh ke depan, jangan hanya sekedar melakukan bisnis dengan sistem kejar setoran. Lakukan investasi di bidang riset dan pengembangan sehingga perusahaan mampu berkembang dan bersaing secara terbuka dengan perusahaan lain.</p>
<p>Janganlah ragu untuk bekerja sama dan bersinergi dengan perusahaan lain, baik yang bergerak di bidang IT maupun tidak karena hal tersebut akan meningkatkan citra usaha Anda.</p>
<p>Hindari jebakan personal branding dengan lebih mengedepankan corporate/product branding karena masyarakat lebih memerlukan produk kita daripada personalisasi diri kita. Bukankah kita lebih mengenal Microsoft terlebih dahulu sebelum mengetahui bahwa Bill Gates adalah pemilik perusahaan software komputer terbesar di dunia tersebut?</p>
<p>Jika Google, Amazon dan Alibaba saja mampu menjadi contoh suksesnya bisnis IT bermodal dengkul, mengapa kita tidak bisa melakukan hal yang sama?</p>
<p>Hanya tinggal melakukan pengamatan yang menyeluruh sehingga dapat memperoleh inspirasi bagaimana resep sukses mereka.</p>
<p>Kemudian hasil pengamatan itu kita tiru dan sesuaikan dengan kondisi pasar negeri ini hingga mampu mendorong permintaan yang berkelanjutan atas produk usaha IT yang ditawarkan.</p>
<p>Sumber : http://www.setiabudi.name/archives/397</p>
<br />Filed under: <a href='http://mahmudiimam.wordpress.com/category/enterpreneur/'>Enterpreneur</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mahmudiimam.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mahmudiimam.wordpress.com/122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mahmudiimam.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mahmudiimam.wordpress.com/122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mahmudiimam.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mahmudiimam.wordpress.com/122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mahmudiimam.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mahmudiimam.wordpress.com/122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mahmudiimam.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mahmudiimam.wordpress.com/122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mahmudiimam.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mahmudiimam.wordpress.com/122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mahmudiimam.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mahmudiimam.wordpress.com/122/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mahmudiimam.wordpress.com&amp;blog=3673458&amp;post=122&amp;subd=mahmudiimam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mahmudiimam.wordpress.com/2010/03/19/bisnis-it-di-indonesia-tidak-akan-pernah-berkembang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3585812d54c09e621c4f1dbbb5d15bbf?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mahmudiimam</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ingin menjadi seorang pengusaha&#8230;!</title>
		<link>http://mahmudiimam.wordpress.com/2010/01/08/ingin-menjadi-seorang-pengusaha/</link>
		<comments>http://mahmudiimam.wordpress.com/2010/01/08/ingin-menjadi-seorang-pengusaha/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 08 Jan 2010 03:18:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mahmudiimam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Enterpreneur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mahmudiimam.wordpress.com/?p=112</guid>
		<description><![CDATA[Saya seorang developer software pulsa dan saya juga masih bekerja ikut orang red(orang gajian) namun, masak iya menjadi orang gajian terus.. akhirnya mulai saya mencoba menjual produk software pulsa saya dengan di kelilingi tidak kepercayaan diri. apakah produk saya ini layak aku jual atau tidak.. akhirnya ku coba satu orang demi satu orang aku coba [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mahmudiimam.wordpress.com&amp;blog=3673458&amp;post=112&amp;subd=mahmudiimam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya seorang developer software pulsa dan saya juga masih bekerja ikut orang red(orang gajian) namun, masak iya menjadi orang gajian terus.. akhirnya mulai saya mencoba menjual produk software pulsa saya dengan di kelilingi tidak kepercayaan diri. apakah produk saya ini layak aku jual atau tidak..</p>
<p>akhirnya ku coba satu orang demi satu orang aku coba untuk menjualkan. akhirnya dalam beberapa bulan sudah terjual 4 software.</p>
<p>eh..lanjut besok aja deh ya..ada pak bos gak enak.</p>
<p>hehehe see you.thanks</p>
<br />Posted in Enterpreneur  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mahmudiimam.wordpress.com/112/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mahmudiimam.wordpress.com/112/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mahmudiimam.wordpress.com/112/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mahmudiimam.wordpress.com/112/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mahmudiimam.wordpress.com/112/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mahmudiimam.wordpress.com/112/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mahmudiimam.wordpress.com/112/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mahmudiimam.wordpress.com/112/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mahmudiimam.wordpress.com/112/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mahmudiimam.wordpress.com/112/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mahmudiimam.wordpress.com/112/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mahmudiimam.wordpress.com/112/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mahmudiimam.wordpress.com/112/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mahmudiimam.wordpress.com/112/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mahmudiimam.wordpress.com&amp;blog=3673458&amp;post=112&amp;subd=mahmudiimam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mahmudiimam.wordpress.com/2010/01/08/ingin-menjadi-seorang-pengusaha/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3585812d54c09e621c4f1dbbb5d15bbf?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mahmudiimam</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
